Travelling

TIPS TRAVELLING ALA MUSLIMAH BACKPACKER

Assalammulaikum ww!

Belakangan ini, istilah backpacker-an memang lagi booming-booming banget. Tidak heran istilah, muslim backpacker atau muslimah backpacker pun mengikuti istilah yang sudah akrab di dunia travelling.

Sedikit mengulas tentang backpacker, dalam hemat gue backpacker itu adalah orang yang bawa tas dukung atau tas backpack, berisi semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk bepergian saja, dan dijamin tidak menyusahkan mobilisasi si backpacker ini. ย Well, istilah ini adalah kata serapan dari Bahasa Inggris. Gue belum menemukan istilah tepatnya dalam kamus Bahasa Indonesia, sehingga belum bisa gue gali di sini. Intinya, gue pengen mengantarkan kalian terlebih dahulu mengenal siapa itu seorang backpacker.

Move to istilah Muslimah Backpacker, kalian pasti udah paham ya. Embel-embel kata โ€œMuslimahโ€ itu merujuk kepada backpacker cewek muslim perorangan dan berhijab yang suka jalan-jalan. definisi jalan-jalan disini pun gak gue batasin dengan perjalanan yang jauh yaa. Perjalanan dalam jarak berapa kilometer pun, kalau kalian emang rencanakan untuk mengulas tempat itu atau mengeksplor tempat tersebut, itu udah gue sebut sebagai travelling dan dengan syarat bawa tas gendong! Hahaha

Well, berarti di sini gue udah punya definisi sendiri tentang muslimah backpacker yaa. Muslimah backpacker itu : muslimah atau cewek muslim; berhijab; selalu sedia backpacker kemana pun pergi; menyukai tantangan; simple dan gak manja; dan tingkat kemandirian yang tinggi. Simple-nya kayak gitu yaa hihii ๐Ÿ˜€ karna sebenernya gue belajar dari diri gue sendiri dan orang-orang yang ada disekitar gue yaa hehee

Soโ€ฆ di postingan kali ini, gue gak bakal mengulas panjang tentang muslimah backpacker yaa (Maybe in next posting yaa). Di postingan kali ini, gue pengen sharing tentang tips hemat backpackeran ke dua negara ala Muslimah Backpacker. Karena beberapa lalu, gue dan teman-teman baru aja pulang dari mengeksplor dua negara sekaligus yaitu Thailand dan Malaysia. So, gimana sih tipsnya kalo kalian pengen pergi ke luar negeri ala-ala Muslimah Backpacker gitu? Berikut ulasan gue yaa guys!

Continue reading “TIPS TRAVELLING ALA MUSLIMAH BACKPACKER”

Advertisements
My Zone!

AKU DAN KAMU

Semua berawal dari panggilan aku dan kamu
Semua sakit ini berawal dari dua panggilan yang asing bagi seorang teman
Entah mengapa panggilan itu menjadi suatu hal yang tidak lumrah di kalangan muda mudi. Seperti hanya berlaku pada dua insan yang saling jatuh cinta

Nyatanya iya.
Berawal dari panggilan itulah kita mulai dekat.
Mulai merajut cerita.
Mulai merangkai kisah.
Hingga luka tiada bisa terhindar jua.

Aku sakit dalam pengharapanku padamu yang tinggi.
Memposisikanmu sebagai orang yang bisa mendampingiku hingga akhir waktu.
Menjadikan sosokmu sebagai tempat curahan hatiku
Serta menjadikanmu sebagai sosok sumber semangatku

Aku salah.
Ternyata kamu adalah sebuah kesalahan.

Kamu tidak lagi menolehku sekalipun aku terjatuh,
Kau sudah acuh.

Tak ada lagi pilihan bagiku selain pergi dan meninggalkanmu
Menghapus semua memori apapun saat bersamamu
Dan pergi tanpa menoleh sedikit pun ke arahmu


Nyatanya sekalipun aku telah berpaling, sosokmu masih hadir dalam mimpi-mimpi malamku dan menghantuiku.
Kesakitanku kemudian adalah ketika aku tak mampu melakukan apapun lagi
Aku ingin memulai, tapi aku terlalu sakit untuk memulai.
Ketahuilah, mengetahui kau sudah bahagia tanpaku adalah sesuatu yang sangat menyakitkan bagiku.
Dan mengkhawatirkanmu yang tak mengkhawatirkanku adalah kesakitan terdalamku.

My Zone!

KEPRIBADIAN DAN KELUARGA

Gua terlahir dengan dua adik perempuan yang masing-masing berbeda jenis kepribadiannya. Dulu sewaktu kecil, gua gak pernah mau ngalah dan selalu pengen menang sendiri. Alhasil mereka berdua sering jadi korban kejahilan gua hahaha. Hal itu sebenarnya adalah bentuk cari perhatiannya gua ke keluarga agar gua juga diperhatiin sama seperti mereka memperhatikan adek-adek gua.

Dari kecil, gua terdidik untuk mandiri dan sebisa mungkin gak pernah nyusahin orang lain, sekalipun itu keluarga. Gua selalu berusaha menyelesaikan masalah gua sendiri, baru kalo gak bisa, gua akan minta pendapat orang lain. Dan terkadang itu bukan keluarga juga. Jelek mungkin bagi sebagian orang, tapi itu prinsip yang gua pegang. Karena menurut gua, cukup dengan gua gak nyusahin pikiran orang tua dan keluarga, gua akan selalu bisa melihat kecerian dan senyum mereka. That’s enough.

Pernah dulu waktu SMA, gua selalu ngiri sama temen-temen yang sering banget curhat sama mamanya, dekat sama bapaknya, tante, dan keluarga besar lainnya. Tapi gua gak bisa gitu. Gak bisa. Entah kenapa gua ngerasa selalu ada tembok besar yang menghalangi gua untuk bisa bersikap demikian. Perlahan gua menyadari bahwa mungkin gua sendiri yang bikin tembok, so gua sendiri yang harus merobohkan.

Upaya pertama pun gua lakukan. Setiap moment libur panjang waktu kuliah, gua selalu ambil waktu itu untuk pulang. Gak ikut kegiatan organisasi. Padahal gua pengen banget kayak temen-temen yang bisa ikut ini itu saat waktu libur. Bukan gua gak mau, tapi gua pengen lebih dekat dengan keluarga. Itu berjalan dengan baik sampai beberapa tahun kuliah, tapi renggang lagi. Sampai gua sendiri udah lelah harus gimana. (Bagian ini gak bisa gua ceritain di part ini).

Balik lagi ke topik, intinya gua sama adek-adek itu bedaaa banget. Gua yang tipikal mandiri banget, sedangkan adek-adek gua sangat bergantung pada ortu kita. Oh ya, dari kecil gua sama adek-adek emang tinggal sama nenek dan bibi, kita gak tinggal bareng bokap setelah beliau nikah lagi. Dan bisa dibilang nenek sama bibi gua sangat memanjakan kedua adek gua. Dulu waktu gua SMP, gua pernah nanya sama bibi gua pas abis pembagian raport. Bisa dibilang itu moment dimana gua agak dongkol sih. Gua nanya gini,

G : “Bi, kenapa sih kalau adek gak ranking gak dimarahin, tapi giliran ranking ku turun aku dimarahin?”
B :” Kau itu beda, kau mungkin bisa dapat ranking sesuai dengan kemampuan yang kau miliki tapi adek-adek mu belum tentu bisa”

Dari situ gua diam, tapi masih dongkol. Cuma sekarang gua paham makna di balik pernyataan itu.

Mungkin dalam pemahaman bibi dan nenek gua, mereka emang udah liat gua dari kecil sebagai anak yang mandiri. Terlebih gua yang pertama-tama tahu kenyataan bahwa ibu gua meninggal di umur 5 tahun dan gua bisa melewati itu. Gua pikir karena sikap gua yang terlalu cuek dan bodo amat ya yang jadi faktor untuk bisa melewati itu. Cuma setelah gua telisik lagi, ada faktor lain sih. Gua bertahan juga karena adek-adek, gua pengen bikin mereka merasa gak ditinggalin ibu. Gua pengen jadi orang yang ngegantiin ibu buat mereka. Itulah kenapa gua bertekad untuk bisa masak dari dulu.

Dari cerita orang-orang dan sekilas memori gua dulu sama ibu, Ibu emang orang yang rajin dan pandai masak. Semua orang suka masakan dia, dan selalu bisa bikin menu-menu baru. Sosok ibu yang kayak gitu pengen gua tiru. Alhamdulillah bisa dibilang berhasil. Cuma gua masih belum bisa jadi orang yang bisa ngegantiin seutuhnya perannya ibu bagi kedua adek-adek gua. Gua sering mikir gua gagal jadi kakak buat mereka.

Waktu adek bungsu gua meninggal, gua baru menyadari bahwa dia amat sangat kesepian. Meskipun dia tinggal sama bibi dan dekat dengan keluarga. Gua dekat banget sama dia. Kurang lebih kepribadian gua sama banget dengan dia. Tomboy, moodian, tapi dia doyan makan. Jadi klop kaan. Setiap gua balik dia selalu minta apapun yang pengen dia makan ke gua, dan gua selalu seneng kalo dia minta gitu. Gua kangen banget sama dia. Cuma ternyata dia selama ini mendem banyak hal terkait penyakitnya. Tapi dia gak cerita ke siapapun, dan dia cuma tulis di diarynya. Sama kayak gua, dia gak mau nyusahin orang dan buat orang sedih. Dia coba tutupin segala masalahnya dan berusaha tegar depan orang-orang. Padahal sesungguhnya dia rapuh bangettt. Dan sayangnya lagi, dia gak pernah cerita itu ke siapapun termasuk gua.

Pas lebaran tahun 2016, itu moment paling sedih sih bagi gua. Gua, adek gua yang kedua, dan bibi, nangis di kamar masing-masing secara terpisah. Intinya mojok nyari tempat nangis. Gua nangis di dapur, bibi dan adek nangis di kamar. Lebaran tahun 2015 ternyata adalah moment terkakhir gua sama adek, sekarang gua cuma punya satu saudara perempuan. Gak trio lagi.

Setelah tahun-tahun kesedihan itu, gak ada perubahan yang signifikan. Awalnya gua sama adek mulai terbuka. Tapi masih ada aja yang ditutup-tutupin. Ya gua tau, gua orangnya cuek sama orang dan jarang banget nanyain kabar. Makanya itu gua mulai perbaiki. Cuma benteng itu masih ada aja ternyata. Sekarang bentengnya adalah : Gua gak mau mencampuri urusan orang lain lebih jauh kecuali dia ngasih akses untuk gua ikut campur. Gitu. Pertanyaannya sama siapa dan kapan? Itu ternyata berlaku juga buat keluarga.

Kalo ditanya sayang gak dengan keluarga? ya sayang. Cuma gua mungkin banyak belajar dari buku dan apa yang gua temuin di sekitar untuk gak banyak ikut campur kalo kita gak tau dari awal duduk permasalahannya. Kalau orang nanya pendapat kita, barulah kita berhak pendapat. Karena ini masalah akses, siapa yang boleh dan tidak boleh masuk dalam kehidupan orang. Sekalipun itu adek gua sendiri.

Malam ini mungkin akan jadi moment intropeksi dan sekaligus membangun kembali benteng itu. Gua kayaknya semakin tenggelam dan berlindung dalam benteng : jangan mencampuri urusan orang. Gua udah berusaha menasehati dengan sebaik-baiknya, cuma mungkin memang kepribadian kita yang jauh beda. Dia yang melankolis, polos, suka curhat ke bibi, dan masih tergantung semuanya ke bibi. Baperan pula. Intinya dalam pandangan gua, dia belum bisa mandiri dan dewasa-lah di umur dia sekarang. Cara yang gua terapin ke diri gua dipandang salah mungkin oleh dia sehingga terkadang sering nyinggung perasaan dia. Padahal justru itulah ekspresi dimana gua nunjukin bentuk sayang gua ke dia. Nasehatin dia dengan pengalaman yang pernah gua lakuin, serius mengejar sesuatu yang ditargetin, dan berupaya untuk gak nyusahin bibi lagi. Itu yang gua lakuin. Tapi mungkin cara ini gak ngena bagi dia -____-

Gua kemudian berpikiran bahwa emang tipe kepribadian dia berbeda. Susah juga ternyata punya saudara perempuan. Kalau udah dewasa gini sekalinya marahan susah baekannya. Intinya sayang ke keluarga itu ditunjukkan berbeda-beda tergantung gimana orangnya sih. Ada yang ekspresif, ada yang sembunyi-sembunyi. Dan yang gua lakuin mungkin bagi gua itu bener, tapi bagi orang lain itu terlihat salah. Gitulah hidup, semuanya tergantung sudut pandang. Makanya enak banget bilang “terserah dehh hahaha” cuma maksudnya “ikutin mau gua!” hahhahaa

_______________________________________________________________________________

*Edisi berantem sama adek gara-gara abis nasehatin dia buat belajar sambil nunggu ada panggilan interview kerja. Tapi disangka gua gak sayang sama dia hadeuuhhhh –_____–

 

Opini

KENAPA LAKI-LAKI MUDAH DAPAT PAHALA?

โ€œShalatnya seseorang dalam jamaah akan dilipatgandakan (pahalanya) 25 kali dibanding shalatnya di rumah atau di tokonya. Yaitu, bila ia berwudhu dengan sebaik-baiknya, lalu keluar menuju masjid hanya karena shalat bukan hal lain, maka pada setiap langkah derajatnya dinaikkan dan dosanya dihapuskanโ€ฆโ€. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sore tadi, pas lewat Masjid dekat kantor, ada spanduk yang sengaja dipasang oleh pihak DKM yang membuat muncul pertanyaan : “Kenapa laki-laki mudah dapat pahala?”
Adalah isi spanduknya yang membuat gue pun terenyuh dan ngerasa laki-laki kayaknya gampang banget buat dapat pahala. Sedangkan perempuan gimana?

Dan kemudian gue bertanyalah, apakah perempuan gak dapat hak yang sama untuk bisa dapat pahala sebanyak-banyaknya?

Waktu zamannya Rasulullah dulu, para perempuan juga memiliki keinginan besar untuk berjihad sama seperti dengan kewajiban para laki-laki pada zaman itu. Hingga akhirnya, Ibunda ‘Aisyah ra. bertanya pada Rasulullah saw :

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‚ูู„ู’ุชู: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ุฌูู‡ูŽุงุฏูŒุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ

ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูู‡ูŽุงุฏูŒ ู„ุงูŽ ู‚ูุชูŽุงู„ูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูู…ู’ุฑูŽุฉู

Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha , beliau berkata, โ€œSaya bertanya kepada Rasulullah `, โ€˜Apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?โ€™ Rasulullah menjawab, โ€˜Ya, ada kewajiban jihad bagi kaum wanita, jihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umrahโ€™.โ€ (HR. Ahmad no. 25322)

ูˆูŽุฐูุฑู’ูˆูŽุฉู ุณูŽู†ูŽุงู…ูู‡ู ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู

โ€œPuncak tertinggi dalam Islam adalah jihad.โ€ (HR. at-Tirmidzi no. 2616)

Pertanyaan ini muncul karena ada hadits Rasulullah saw yang menyebutkan bahwa puncak tertinggi dalam Islam merupakan jihad yang konteksnya selalu merujuk pada medan perang dan hanya menjadi kewajiban para laki-laki.ย  Hingga akhirnya Rasulullah menegaskan bahwa kewajiban jihad untuk wanita itu bukan peperangan di medan perang langsung, tapi dengan haji dan umrah. Di hadits lain, Rasulullah sawย  juga menyebutkan bahwa melahirkan dan menjadi seorang ibu pun merupakan sebuah jihad untuk perempuan.

Balik lagi ke pertanyaan gue sebelumnya, apakah perempuan gak dapat hak yang sama untuk bisa dapat pahala sebanyak-banyaknya?

Jawabannya Enggak. (Gue bertanya dan jawab sendiri yak hehe).

Islam begitu adil banget sampe memperhatikan hal yang sedetail ini. Dalam Islam, perempuan dan laki-laki itu sama di mata Allah, yang ngebedain hanya amal dan ketaqwaannya kepada Allah. Gue mungkin gak bakal berpanjang lebar bicara terkait ini. Sederhananya dalam pemahaman gue, Allah telah memberi kemudahan seluas-luasnya untuk umat manusia beramal, apalagi wanita. Mudah banget. Kalau kata Ustadz Hanan Attaki, kunci surga wanita itu dibagi dua yaitu saat belum nikah dan sesudah nikah. Kalau sebelum nikah, cukup taat sama orang tua, udah dijamin surga oleh Allah. Sedangkan kalau setelah nikah, cukup taat sama suami doang. Udah. Done. Surga itu insyaAllah jaminannya. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku yaahhh.

Cuma sederhananya gini sih, Allah itu gak ngebedain dan gak ngebatasain setiap manusia untuk beramal, baik laki-laki maupun perempuan. Malahan Allah tuh kayaknya ngasih kemudahan banget buat wanita untuk ngedulang pahala. Misalnya, menunjukkan taat sama orang tua dengan masakin makanan yang enak pas lagi dirumah (untuk yang ngerantau), kirim hadiah untuk orang tua, ajak orang tua jalan-jalan, telpon orang tua sekalipun cuma ngabarin, dan lain-lain. Patuh aja. Gak usah macem-macem. Ikutin adab dan tata aturan yang udah ada. Sesimple itu sih. Cuma emang ngejalaninnya susah.

Sebenarnya laki-laki pun belum tentu mampu mendulang pahala yang banyak juga. Wallahhualam sih. Semuanya kembali kepada kemauan dan kemampuan seseorang untuk ngedapatin pahala tersebut. Toh kan gak ada aturan misalnya Shalat Tahajjud untuk laki-laki, dan shalat dhuha untuk perempuan. Gak ada kan? Atau perempuan cuma boleh baca Quran dari surat Al Isra’ sampe Al-Mulk, atau cuma laki-laki yang boleh baca Quran full? Gak ada kan. Semua manusia dari kalangan jenis apapun, sekalipun dengan keterbatasan fisik, baca Quran itu menjadi ibadah mutlak buat manusia kan. Gak ada larangan sama sekali. Artinya pintu pahala untuk perempuan pun sama dengan laki-laki. Cuma kesempatan itu apakah mau kita ambil atau gak kan.

Well, mungkin belum tuntas banget sih gue bahasnya. Tapi intinya setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan, punya kesempatan yang sama untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya. Wallahhu’alam bisshawaf.

Terimakasih udah ngebaca tulisan ini. Semoga ada manfaatnya.

ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ูููŠ ุทูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู‡ูŽุงุฌูุฑู ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุงุฌูŽุฑูŽ ู…ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู

โ€œMujahid adalah orang yang bersungguh-sungguh (memerangi nafsunya) untuk taat kepada Allah; dan muhajir (orang yang berhijrah) adalah yang meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasulโ€“Nya.โ€ (HR. Ahmad 6/21)

 


Selengkapnya tentang bahasan hadits dan ayatnya bisa dibaca dari dua referensi berikut yaa :

Hadits tentang jihad

Mudahnya wanita meraih pahala melimpah

 

My Zone!, Opini

MAKNA DARI KISAH HIDUP #1 : Apa itu Ikhlas?

Gue akuin emang gak mudah buat move on.
Susah banget.

Gak banyak yang bisa dilakuin cewek saat dihadapkan keputusan untuk move on.
Toh kita cuma bisa nangis, gegalauan gak jelas, denger-denger musik galau, dan sebagainya.

Itulah cewek.
Gue gak bisa berkata-kata banyak,toh gue juga pernah mengalaminya.

Mungkin setiap cewek punya alasan berbeda kenapa susah buat move on dari zona nyamannya. Zona nyaman disini misalnya putus dari pacar, ngelupain gebetan, hijrah, dan berbagai zona nyaman lainnya.

Kalo gue pribadi, hal yang bikin gue susah banget buat move on adalah penyesalan dan ngerasa kayak udah terlanjur basah gitu loh. Gue ngerasa kalau gue udah perjuangin sesuatu, gue harus dapet apa yang jadi tujuan itu. Gak tercapainya tujuan itulah yang buat gue sakit hati. Emang gak selamanya ikhtiar itu akan membuahkan hasil yang kita harapkan. Belajar dari pengalaman gue sendiri, ikhtiar dan doa yang dikabulkan oleh Tuhan adalah ikhtiar dan doa yang ada dijalan kebaikan.

Apa kemudian jalan kebaikan itu? Carilah definisinya sendiri yang lu yakini bahwa itu benar dan baik.

Gue ngerasa itu adalah salah satu hukum alam.
Terlepas sebesar apapun usaha kita terhadap suatu tujuan, tapi kalau menurut Tuhan itu bukan jalan terbaik buat lu, tetap aja lu gak akan pernah dapat tujuan itu. Tuhan akan balikin lu ke jalan yang baik, supaya lu sadar bahwa ada tujuan lain yang seharusnya lu capai. Bukan tujuan yang lu definisiin sendiri.

Kemudian kalau kita sudah dalam posisi menyadari bahwa tujuan kita itu salah, lantas kita harus ngapain :

BERPINDAH atau BERTAHAN?

Dua pilihan yang sulit.

Gue gak tau ya gimana hati setiap orang.
Apakah hati itu lantas langsung terbuka ketika menyadari bahwa hal yang dilakukannya salah? Dan kemudian memutuskan untuk mengakhiri pilihannya.
Atau apakah hati itu sudah menyadari hal yang dilakukannya salah tetapi tidak punya pilihan lain?
Atau mungkin hati itu tetap memilih untuk bertahan sampai tujuan itu benar-benar sudah ia capai?

Sadarilah satu hal guys, kalian gak akan bertahan selamanya dalam hati yang selalu menyangsikan pilihan yang kalian ambil. Hati kecil kita tetap akan berontak ketika kita melakukan kesalahan. Hati kecil ini menuntun kita supaya gak jatuh lagi berkali-kali ke tempat yang sama dan terluka. Sejauh apapun kita berusaha untuk bertahan dengan pilihan yang salah, pasti akan ada jalan yang akan ngebawa lu kembali ke jalan yang benar. That’s the rule. Tapi, keputusannya tetap pada kita, Mau bilang Ya atau Gak.

Udah terlalu lama kayaknya gue terombang ambing dalam keputusan yang hati kecilku mengingkari itu. Diingkari tapi gue tetep ngejalani. Kita akhirnya gue dihadapkan kepada hal yang gue takutkan, gue malah mendendam dan pengen orang lain merasakan apa yang gue rasain sakitnya. Egois ya gue. Gue ngerasa dunia itu gak adil. Gue cuma ngerasa, gue manusia yang paling tersakiti dari rangkaian kejadian yang gue alamin.

Tapi gue salah besar :’)

Gue terlalu egois mau nyalahin orang padahal gue sendiri yang ambil keputusan ini. Dan lebih buruknya, gue malah marah sm Tuhan. Makin ngelunjak emang. Hamba yang gak tahu terimakasih. Keterlaluan huuhuuu.

Gue pengen banget orang lain ngerasain apa yang gue rasain, tapi gue gak mikirin perasaan mereka juga. Gue pengen banget orang lain sakit, padahal orang itu adalah orang yang pernah lu sayangin, pernah lu cintain, tapi lu pengen dia sakit. Cinta macam apa itu yang tega nyakitin?

Dipuncak emosi gue, gue kesal sendiri kenapa gue gak ngerti apa itu definisi ikhlas? Gue marah, semarah-marahnya. Gue gak tau gimana artinya merelakan semua beban hidup gue, semua kejadian yang udah gue lakuin, dan semua penyesalan gue. Gue ngerasa kayak gak berguna dan percuma gitu loh.

Hening.

Isak tangis gak bisa gue bendung.

Gue sayang sama dia. Gue yang ambil keputusan buat bertahan selama ini, tapi kenapa gue egois buat dia ngerasain yang selama ini gue rasain. Gue gak pernah mikirin gimana perasaan dia sebenarnya. Disaat itulah gue flashback. Mungkin gue cuma manusia yang masih gak dewasa dan cuma mikirin dirinya sendiri.

Kalau sayang, lu gak akan biarin orang yang lu sayang sakit. Sekalipun lu disakiti sama dia. Disini gue mikir lagi, sisi disakiti atau menyakiti itu juga tergantung sudut pandang dari mana kita ngeliat, jadi belum tentu benar semuanya.

Gue kemudian menyadari makna ikhlas setelah proses panjang hidup gue hehe.

Ikhlas itu adalah kondisi dimana hati sudah merelakan dan memaafkan apa yang telah kita lakukan sendiri atau dilakukan orang lain tanpa ada seberkas noda dendam lagi di hati.

Gue lega kali ini. Selega-leganya (meskipun ada proses nangis-nangisnya juga).

Gue lega karena gue kayak lahir jadi manusia baru yang mampu memaafkan seseorang karena gue beneran sayang dan pengen lihat dia bahagia.

Gue lega karena gue gak lagi ngerasa bahwa gue yang tersakiti dari kisah ini. Karena selama ini kita terlalu ngerasa bahwa kita-lah manusia yang paling tersakiti, ya kan? Padahal mungkin kitalah yang malah menyakiti dia.

Gue lega karena akhirnya gue ngerasain korelasi cinta dan ikhlas.

Dan yang jelas gue lega karena gue paham, satu-satunya tujuan yang harus gue jalani adalah taat sama Tuhan sesuai dengan tuntunannya, tanpa babibubebo. Udah taat aja.

Terimakasih kamu yang udah buka mata ini.

——————————————

Thanks yang udah baca cerita ini. Semoga ada manfaatnya buat kalian.

Opini

PEMBUMIAN #NIKAHMUDA YANG BIKIN GALAU

Assalammualaikum ww!

ilustras-menikahOpinion

Tempo hari, Gue nulis panjang di Instagram Story (IG Story) buat ngebahas tentang #BaperIslami yang booming buat ngegoda para akhwat-akhwat cantik di luar sana buat baper abis.

Malem minggu. Hujan. Di kossan. Udah komplit dah tuh. Itu sebenarnya rutinitas gue setiap minggu. Karena memang satu minggu full gue kerja, jumat sabtu kuliah, dan ikut berbagai kegiatan di luar yang menyita waktu serta tenaga yang luar biasa. So wajar jika gue manfaatin malam minggu dengan istirahat pikiran, baca buku yang belum gue tuntasin, or sejenak ngelepas penat dengan nonton drama korea kesukaan gue atau yang lagi booming.

Seketika malam minggu gue yang indah jadi ngeselin, karena liat beranda instagram yang penuh dengan godaan dan tanya untuk para jomblo kayak gue. Mulai dari pertanyaan: ” Malam minggu yang dirumah siapa aja?”, or “Malam minggu pergi kemana?”, dan lain sebagainya. Belum lagi postingan temen-temen gue yang hangout malam minggu ke mana-mana. Duhh… beneran bikin envy.

Tapi, hal-hal itu cuma gue skip doang. Cuma tetiba nyesek ketika baca banyak komen di explore IG tentang hastag #NikahMuda yang makin booming banget sekarang.

Well, ini cuma opini gue terkait #NikahMuda yaa. Continue reading “PEMBUMIAN #NIKAHMUDA YANG BIKIN GALAU”