Travelling

TIPS TRAVELLING ALA MUSLIMAH BACKPACKER

Assalammulaikum ww!

Belakangan ini, istilah backpacker-an memang lagi booming-booming banget. Tidak heran istilah, muslim backpacker atau muslimah backpacker pun mengikuti istilah yang sudah akrab di dunia travelling.

Sedikit mengulas tentang backpacker, dalam hemat gue backpacker itu adalah orang yang bawa tas dukung atau tas backpack, berisi semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk bepergian saja, dan dijamin tidak menyusahkan mobilisasi si backpacker ini. ย Well, istilah ini adalah kata serapan dari Bahasa Inggris. Gue belum menemukan istilah tepatnya dalam kamus Bahasa Indonesia, sehingga belum bisa gue gali di sini. Intinya, gue pengen mengantarkan kalian terlebih dahulu mengenal siapa itu seorang backpacker.

Move to istilah Muslimah Backpacker, kalian pasti udah paham ya. Embel-embel kata โ€œMuslimahโ€ itu merujuk kepada backpacker cewek muslim perorangan dan berhijab yang suka jalan-jalan. definisi jalan-jalan disini pun gak gue batasin dengan perjalanan yang jauh yaa. Perjalanan dalam jarak berapa kilometer pun, kalau kalian emang rencanakan untuk mengulas tempat itu atau mengeksplor tempat tersebut, itu udah gue sebut sebagai travelling dan dengan syarat bawa tas gendong! Hahaha

Well, berarti di sini gue udah punya definisi sendiri tentang muslimah backpacker yaa. Muslimah backpacker itu : muslimah atau cewek muslim; berhijab; selalu sedia backpacker kemana pun pergi; menyukai tantangan; simple dan gak manja; dan tingkat kemandirian yang tinggi. Simple-nya kayak gitu yaa hihii ๐Ÿ˜€ karna sebenernya gue belajar dari diri gue sendiri dan orang-orang yang ada disekitar gue yaa hehee

Soโ€ฆ di postingan kali ini, gue gak bakal mengulas panjang tentang muslimah backpacker yaa (Maybe in next posting yaa). Di postingan kali ini, gue pengen sharing tentang tips hemat backpackeran ke dua negara ala Muslimah Backpacker. Karena beberapa lalu, gue dan teman-teman baru aja pulang dari mengeksplor dua negara sekaligus yaitu Thailand dan Malaysia. So, gimana sih tipsnya kalo kalian pengen pergi ke luar negeri ala-ala Muslimah Backpacker gitu? Berikut ulasan gue yaa guys!

Continue reading “TIPS TRAVELLING ALA MUSLIMAH BACKPACKER”

Advertisements
Opini

KENAPA LAKI-LAKI MUDAH DAPAT PAHALA?

โ€œShalatnya seseorang dalam jamaah akan dilipatgandakan (pahalanya) 25 kali dibanding shalatnya di rumah atau di tokonya. Yaitu, bila ia berwudhu dengan sebaik-baiknya, lalu keluar menuju masjid hanya karena shalat bukan hal lain, maka pada setiap langkah derajatnya dinaikkan dan dosanya dihapuskanโ€ฆโ€. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sore tadi, pas lewat Masjid dekat kantor, ada spanduk yang sengaja dipasang oleh pihak DKM yang membuat muncul pertanyaan : “Kenapa laki-laki mudah dapat pahala?”
Adalah isi spanduknya yang membuat gue pun terenyuh dan ngerasa laki-laki kayaknya gampang banget buat dapat pahala. Sedangkan perempuan gimana?

Dan kemudian gue bertanyalah, apakah perempuan gak dapat hak yang sama untuk bisa dapat pahala sebanyak-banyaknya?

Waktu zamannya Rasulullah dulu, para perempuan juga memiliki keinginan besar untuk berjihad sama seperti dengan kewajiban para laki-laki pada zaman itu. Hingga akhirnya, Ibunda ‘Aisyah ra. bertanya pada Rasulullah saw :

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‚ูู„ู’ุชู: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู ุฌูู‡ูŽุงุฏูŒุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู†ูŽุนูŽู…ู’ุŒ

ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ุฌูู‡ูŽุงุฏูŒ ู„ุงูŽ ู‚ูุชูŽุงู„ูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ู’ุญูŽุฌู‘ู ูˆูŽุงู„ู’ุนูู…ู’ุฑูŽุฉู

Dari Aisyah radhiyallahu โ€˜anha , beliau berkata, โ€œSaya bertanya kepada Rasulullah `, โ€˜Apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?โ€™ Rasulullah menjawab, โ€˜Ya, ada kewajiban jihad bagi kaum wanita, jihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umrahโ€™.โ€ (HR. Ahmad no. 25322)

ูˆูŽุฐูุฑู’ูˆูŽุฉู ุณูŽู†ูŽุงู…ูู‡ู ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู

โ€œPuncak tertinggi dalam Islam adalah jihad.โ€ (HR. at-Tirmidzi no. 2616)

Pertanyaan ini muncul karena ada hadits Rasulullah saw yang menyebutkan bahwa puncak tertinggi dalam Islam merupakan jihad yang konteksnya selalu merujuk pada medan perang dan hanya menjadi kewajiban para laki-laki.ย  Hingga akhirnya Rasulullah menegaskan bahwa kewajiban jihad untuk wanita itu bukan peperangan di medan perang langsung, tapi dengan haji dan umrah. Di hadits lain, Rasulullah sawย  juga menyebutkan bahwa melahirkan dan menjadi seorang ibu pun merupakan sebuah jihad untuk perempuan.

Balik lagi ke pertanyaan gue sebelumnya, apakah perempuan gak dapat hak yang sama untuk bisa dapat pahala sebanyak-banyaknya?

Jawabannya Enggak. (Gue bertanya dan jawab sendiri yak hehe).

Islam begitu adil banget sampe memperhatikan hal yang sedetail ini. Dalam Islam, perempuan dan laki-laki itu sama di mata Allah, yang ngebedain hanya amal dan ketaqwaannya kepada Allah. Gue mungkin gak bakal berpanjang lebar bicara terkait ini. Sederhananya dalam pemahaman gue, Allah telah memberi kemudahan seluas-luasnya untuk umat manusia beramal, apalagi wanita. Mudah banget. Kalau kata Ustadz Hanan Attaki, kunci surga wanita itu dibagi dua yaitu saat belum nikah dan sesudah nikah. Kalau sebelum nikah, cukup taat sama orang tua, udah dijamin surga oleh Allah. Sedangkan kalau setelah nikah, cukup taat sama suami doang. Udah. Done. Surga itu insyaAllah jaminannya. Tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku yaahhh.

Cuma sederhananya gini sih, Allah itu gak ngebedain dan gak ngebatasain setiap manusia untuk beramal, baik laki-laki maupun perempuan. Malahan Allah tuh kayaknya ngasih kemudahan banget buat wanita untuk ngedulang pahala. Misalnya, menunjukkan taat sama orang tua dengan masakin makanan yang enak pas lagi dirumah (untuk yang ngerantau), kirim hadiah untuk orang tua, ajak orang tua jalan-jalan, telpon orang tua sekalipun cuma ngabarin, dan lain-lain. Patuh aja. Gak usah macem-macem. Ikutin adab dan tata aturan yang udah ada. Sesimple itu sih. Cuma emang ngejalaninnya susah.

Sebenarnya laki-laki pun belum tentu mampu mendulang pahala yang banyak juga. Wallahhualam sih. Semuanya kembali kepada kemauan dan kemampuan seseorang untuk ngedapatin pahala tersebut. Toh kan gak ada aturan misalnya Shalat Tahajjud untuk laki-laki, dan shalat dhuha untuk perempuan. Gak ada kan? Atau perempuan cuma boleh baca Quran dari surat Al Isra’ sampe Al-Mulk, atau cuma laki-laki yang boleh baca Quran full? Gak ada kan. Semua manusia dari kalangan jenis apapun, sekalipun dengan keterbatasan fisik, baca Quran itu menjadi ibadah mutlak buat manusia kan. Gak ada larangan sama sekali. Artinya pintu pahala untuk perempuan pun sama dengan laki-laki. Cuma kesempatan itu apakah mau kita ambil atau gak kan.

Well, mungkin belum tuntas banget sih gue bahasnya. Tapi intinya setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan, punya kesempatan yang sama untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya. Wallahhu’alam bisshawaf.

Terimakasih udah ngebaca tulisan ini. Semoga ada manfaatnya.

ุงู„ู’ุฌูู‡ูŽุงุฏู ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุงู‡ูŽุฏูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ูููŠ ุทูŽุงุนูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู‡ูŽุงุฌูุฑู ู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽุงุฌูŽุฑูŽ ู…ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู

โ€œMujahid adalah orang yang bersungguh-sungguh (memerangi nafsunya) untuk taat kepada Allah; dan muhajir (orang yang berhijrah) adalah yang meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasulโ€“Nya.โ€ (HR. Ahmad 6/21)

 


Selengkapnya tentang bahasan hadits dan ayatnya bisa dibaca dari dua referensi berikut yaa :

Hadits tentang jihad

Mudahnya wanita meraih pahala melimpah

 

My Zone!, Opini

MAKNA DARI KISAH HIDUP #1 : Apa itu Ikhlas?

Gue akuin emang gak mudah buat move on.
Susah banget.

Gak banyak yang bisa dilakuin cewek saat dihadapkan keputusan untuk move on.
Toh kita cuma bisa nangis, gegalauan gak jelas, denger-denger musik galau, dan sebagainya.

Itulah cewek.
Gue gak bisa berkata-kata banyak,toh gue juga pernah mengalaminya.

Mungkin setiap cewek punya alasan berbeda kenapa susah buat move on dari zona nyamannya. Zona nyaman disini misalnya putus dari pacar, ngelupain gebetan, hijrah, dan berbagai zona nyaman lainnya.

Kalo gue pribadi, hal yang bikin gue susah banget buat move on adalah penyesalan dan ngerasa kayak udah terlanjur basah gitu loh. Gue ngerasa kalau gue udah perjuangin sesuatu, gue harus dapet apa yang jadi tujuan itu. Gak tercapainya tujuan itulah yang buat gue sakit hati. Emang gak selamanya ikhtiar itu akan membuahkan hasil yang kita harapkan. Belajar dari pengalaman gue sendiri, ikhtiar dan doa yang dikabulkan oleh Tuhan adalah ikhtiar dan doa yang ada dijalan kebaikan.

Apa kemudian jalan kebaikan itu? Carilah definisinya sendiri yang lu yakini bahwa itu benar dan baik.

Gue ngerasa itu adalah salah satu hukum alam.
Terlepas sebesar apapun usaha kita terhadap suatu tujuan, tapi kalau menurut Tuhan itu bukan jalan terbaik buat lu, tetap aja lu gak akan pernah dapat tujuan itu. Tuhan akan balikin lu ke jalan yang baik, supaya lu sadar bahwa ada tujuan lain yang seharusnya lu capai. Bukan tujuan yang lu definisiin sendiri.

Kemudian kalau kita sudah dalam posisi menyadari bahwa tujuan kita itu salah, lantas kita harus ngapain :

BERPINDAH atau BERTAHAN?

Dua pilihan yang sulit.

Gue gak tau ya gimana hati setiap orang.
Apakah hati itu lantas langsung terbuka ketika menyadari bahwa hal yang dilakukannya salah? Dan kemudian memutuskan untuk mengakhiri pilihannya.
Atau apakah hati itu sudah menyadari hal yang dilakukannya salah tetapi tidak punya pilihan lain?
Atau mungkin hati itu tetap memilih untuk bertahan sampai tujuan itu benar-benar sudah ia capai?

Sadarilah satu hal guys, kalian gak akan bertahan selamanya dalam hati yang selalu menyangsikan pilihan yang kalian ambil. Hati kecil kita tetap akan berontak ketika kita melakukan kesalahan. Hati kecil ini menuntun kita supaya gak jatuh lagi berkali-kali ke tempat yang sama dan terluka. Sejauh apapun kita berusaha untuk bertahan dengan pilihan yang salah, pasti akan ada jalan yang akan ngebawa lu kembali ke jalan yang benar. That’s the rule. Tapi, keputusannya tetap pada kita, Mau bilang Ya atau Gak.

Udah terlalu lama kayaknya gue terombang ambing dalam keputusan yang hati kecilku mengingkari itu. Diingkari tapi gue tetep ngejalani. Kita akhirnya gue dihadapkan kepada hal yang gue takutkan, gue malah mendendam dan pengen orang lain merasakan apa yang gue rasain sakitnya. Egois ya gue. Gue ngerasa dunia itu gak adil. Gue cuma ngerasa, gue manusia yang paling tersakiti dari rangkaian kejadian yang gue alamin.

Tapi gue salah besar :’)

Gue terlalu egois mau nyalahin orang padahal gue sendiri yang ambil keputusan ini. Dan lebih buruknya, gue malah marah sm Tuhan. Makin ngelunjak emang. Hamba yang gak tahu terimakasih. Keterlaluan huuhuuu.

Gue pengen banget orang lain ngerasain apa yang gue rasain, tapi gue gak mikirin perasaan mereka juga. Gue pengen banget orang lain sakit, padahal orang itu adalah orang yang pernah lu sayangin, pernah lu cintain, tapi lu pengen dia sakit. Cinta macam apa itu yang tega nyakitin?

Dipuncak emosi gue, gue kesal sendiri kenapa gue gak ngerti apa itu definisi ikhlas? Gue marah, semarah-marahnya. Gue gak tau gimana artinya merelakan semua beban hidup gue, semua kejadian yang udah gue lakuin, dan semua penyesalan gue. Gue ngerasa kayak gak berguna dan percuma gitu loh.

Hening.

Isak tangis gak bisa gue bendung.

Gue sayang sama dia. Gue yang ambil keputusan buat bertahan selama ini, tapi kenapa gue egois buat dia ngerasain yang selama ini gue rasain. Gue gak pernah mikirin gimana perasaan dia sebenarnya. Disaat itulah gue flashback. Mungkin gue cuma manusia yang masih gak dewasa dan cuma mikirin dirinya sendiri.

Kalau sayang, lu gak akan biarin orang yang lu sayang sakit. Sekalipun lu disakiti sama dia. Disini gue mikir lagi, sisi disakiti atau menyakiti itu juga tergantung sudut pandang dari mana kita ngeliat, jadi belum tentu benar semuanya.

Gue kemudian menyadari makna ikhlas setelah proses panjang hidup gue hehe.

Ikhlas itu adalah kondisi dimana hati sudah merelakan dan memaafkan apa yang telah kita lakukan sendiri atau dilakukan orang lain tanpa ada seberkas noda dendam lagi di hati.

Gue lega kali ini. Selega-leganya (meskipun ada proses nangis-nangisnya juga).

Gue lega karena gue kayak lahir jadi manusia baru yang mampu memaafkan seseorang karena gue beneran sayang dan pengen lihat dia bahagia.

Gue lega karena gue gak lagi ngerasa bahwa gue yang tersakiti dari kisah ini. Karena selama ini kita terlalu ngerasa bahwa kita-lah manusia yang paling tersakiti, ya kan? Padahal mungkin kitalah yang malah menyakiti dia.

Gue lega karena akhirnya gue ngerasain korelasi cinta dan ikhlas.

Dan yang jelas gue lega karena gue paham, satu-satunya tujuan yang harus gue jalani adalah taat sama Tuhan sesuai dengan tuntunannya, tanpa babibubebo. Udah taat aja.

Terimakasih kamu yang udah buka mata ini.

——————————————

Thanks yang udah baca cerita ini. Semoga ada manfaatnya buat kalian.

Opini

PEMBUMIAN #NIKAHMUDA YANG BIKIN GALAU

Assalammualaikum ww!

ilustras-menikahOpinion

Tempo hari, Gue nulis panjang di Instagram Story (IG Story) buat ngebahas tentang #BaperIslami yang booming buat ngegoda para akhwat-akhwat cantik di luar sana buat baper abis.

Malem minggu. Hujan. Di kossan. Udah komplit dah tuh. Itu sebenarnya rutinitas gue setiap minggu. Karena memang satu minggu full gue kerja, jumat sabtu kuliah, dan ikut berbagai kegiatan di luar yang menyita waktu serta tenaga yang luar biasa. So wajar jika gue manfaatin malam minggu dengan istirahat pikiran, baca buku yang belum gue tuntasin, or sejenak ngelepas penat dengan nonton drama korea kesukaan gue atau yang lagi booming.

Seketika malam minggu gue yang indah jadi ngeselin, karena liat beranda instagram yang penuh dengan godaan dan tanya untuk para jomblo kayak gue. Mulai dari pertanyaan: ” Malam minggu yang dirumah siapa aja?”, or “Malam minggu pergi kemana?”, dan lain sebagainya. Belum lagi postingan temen-temen gue yang hangout malam minggu ke mana-mana. Duhh… beneran bikin envy.

Tapi, hal-hal itu cuma gue skip doang. Cuma tetiba nyesek ketika baca banyak komen di explore IG tentang hastag #NikahMuda yang makin booming banget sekarang.

Well, ini cuma opini gue terkait #NikahMuda yaa. Continue reading “PEMBUMIAN #NIKAHMUDA YANG BIKIN GALAU”